Ternyata masih banyak dari temen-temen BMI Hongkong yang masih memiliki pemikikran sempIt, tentang arti sebuah kesuksesan. Meski hingga sampai saat ini sudah banyak bermacam Organisasi yang berseliweran tumbuh ditengah-tengah maraknya hidup bebas di Hongkong. Ini adalah satu hal yang patut kita banggai dan syukuri. Namun meski begitu kita masih harus mengelus dada, karena sampai hari ini, juga tak sedikit mereka yang berstatus BMI, memiliki kehidupan diluar batas. Tapi inilah hidup, ada orang baik pasti ada orang jahat, ada yang sadar juga tak sedikit yang masih tersesat. Dan ini adalah fitrahnya manusia. Kok malah ngelantur,kita kembali ketopik semula.
Sebuah kesuksesan tidak hanya bisa dinilai dari banyaknya simpanan uang di Bank, atau megahnya rumah yang kita bangun didesa. Memang tak bisa dipungkiri tujuan kita kesini memang untuk itu, kalau toh ada kesuksesan lain yang ikut mendukung, itu adalah sebuah kemujuran. Benar kita menjadi TKI untuk mengubah kasta terendah yang melekat pada diri kita untuk menjadi kasta menengah. Tapi apakah kesuksesan hanya cukup dari segi itu saja?
Sukses memiliki banyak arti,dan aku tidak bisa menjelaskanya disini karena ini memang bidang aku, hanya saja aku akan menyinggung sedikit tentang sebuah peristiwa yang secara tidak langsung memiliki arti dengan yang namanya sukses.
Dia adalah seorang perempuan TKI juga, yang kebetulan aku ketemu ditengah jalan yang waktu itu aku hendak mengikuti pertemuan rutin mingguan FLP. Aku juga bertemu dengan beberapa Anak TKI lainya yang kira-kira berjumlah sepuluhan orang yang tengah berlatih berjalan, karena yang boleh berlatih berjalankan bukan hanya anak kecil saja, dalam arti mereka tengah berlatih berlenggak-lenggok seperti seorang model yang tengah berjalan diatas Cat walk. Mungkin mereka akan mengikuti sebuah perlombaan yang mengharuskan mereka berjalan layaknya model, mungkin juga mereka akan mengikuti lomba peragaan busana? yang jelas apa yang mereka lakukan bukan tanpa tujuan. Di antara mereka juga ada yang didaulat menjadi seorang guru, atau katakanlah dia itu salah satu model senior diantara para yuniornya.
Dan peristiwa ini memang layak untuk dilihat meski hanya sejenak saja, sambil jalan, bahkan beberapa pria bule pun ikut menjepret mereka. Nah ditengah-tengah asiknya menikmati lenggak-lenggok TKI kreatif itu, tiba-tiba ada seorang mbak-mbak yang menyeletuk dengan kasar.
" Ih..menjijikkan, nggak tahu malu, pamer bokong, lihat itu yang gembrot body nya mirip tong ngglundung,oalah mbak..mbak dari pada kayak gitu mending pulang kampun aja tandur.." Ucapnya dengan nada tidak suka, itu saja belum cukup, lalu ia menelpon temenya dan kembali mengungkapkan rasa tidak sukanya tsb. Mendengar apa yang ia ucapkan , aku hanya mengerutkan dahi tak mengerti. Karena apa yang aku pikirkan sangat jauh berbeda dengan apa yang si mbak itu tadi ucapkan. Kalau menurutku mungkin mreka akan mengikuti sebuah lomba entah lomba apa itu, model, artis atau apalah, yang jelas mereka melakukan semua itu tidak mungkin tanpa tujuan.
Lantas kenapa si mbak itu tadi menanggapinya dengan super sebel? Karena mungkin saja mbaknya itu tidak tahu kalau mereka lenggak-lenggok bukan hanya untuk pamer tubuh. Karena bagaimanapun juga sangat tidak adil kalau kita ,menilai seseorang dari segi fisiknya saja. Yang gembrot, yang item, atau yang kakinya pathek' en bukan berarti dia tidak bisa sukses untuk menjadi artis (eh emang ada artis yang kakinya pathek'en? )
Yang terpenting adalah kemauan dan kerja keras atau setidaknya sebagai pembelajaran pada diri sendiri untuk menjadi lebih maju. Terlebih menjadi babu bukanlah cita-cita kita, mungkin kita bercita-cita menjadi perdana menteri, tapi karena gak ada biaya buat sekolah ya mbabu dulu ntar kalo biaya dah cukup mencalonkan diri menjadi perdana menteri, so what gitu loh.."
Bagaimana pendapat anda?







1 komentar:
apa komentar & pendapat anda tentang "SUKSES"???
Posting Komentar